Sunday, January 15, 2017

Etika didalam Kendaraan Umum Seperti Bus dan Kereta

Di dalam artikel ini, mari saya akan membicarakan tentang apa yang saya ketahui etika di dalam kereta Jepang.


Naik Kereta

Begitu melewati gerbang tiket, pastikan kembali tempat pemberangkatan kereta kita pada papan penunjuk baik yang elektronik maupun non-elektronik. Lalu, berdirilah pada antrian tempat kedatangan kereta tersebut.

Tempatnya sudah ditetapkan dengan tanda yang jelas. Tempat naik dan turun berbeda-beda tergantung kereta. Beberapa orang yang kelihatannya berdiri dengan santai pun, sebagian besar berjejer di tempat yang diberi tanda. Jika kita mengerti tempat naik kereta, bisa dikatakan kita orang Jepang yang sangat paham tentang Jepang.

Jika kereta tiba, orang yang turun dipersilakan terlebih dahulu. Mengantrilah di sisi pintu yang terbuka lebar, setelah para penumpang turun dari kereta, barulah kita naik secara berurutan. Pada saat naik kendaraan baik kereta api maupun bus, yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah orang yang turun. walaupun di indonesia sudah dilakukan hal yang serupa , tetapi kadang orang yang ingin naik ke kereta maupun bus orang yang naik kadang'' tidak mau mengalah dan menabrak orang yang ingin turun tersebut.


Kursi dalam kereta lokal bisa diduduki siapa saja. Sistem siapa cepat dia dapat. Akan tetapi, "kursi prioritas" diutamakan untuk orang hamil, lansia, cacat, dan orang yang sedang cedera. Lihat sekitar kursi prioritas, mari saling memberi jika ada orang yang membutuhkan kursi. Aman jika kita berpegangan pada pegangan saat berdiri karena kadangkala kereta bergoyang kencang. walaupun di indonesia sudah terdapat hal yang serupa , tapi kepekaan terhadap sekitar masih rendah yang menyebabkan dimana terdapat lansia yang berdiri dan anak muda yang tidak mau mengalah dalam tempat duduk agar bisa diberikan kepada orang yang lebih tua tersebut.
Sumber : Japan Rail Pass

1 comment:

  1. Bener bgt tuh, etika orang indonesia dalam naik kereta masih kurang sekali kalo dibandingin sama orang jepang.. hmmm

    ReplyDelete