Kode rating film
sebetulnya adalah hal yang dianggap remeh dan seringkali diabaikan,
padahal sebetulnya sangat penting, terutama bagi orang tua yang
mengedepankan tontonan berkualitas bagi anak-anaknya. Ketidaktahuan akan
klasifikasi dalam kode rating film berakibat membahayakan apalgi terhadap kondisi psikis anak.
Contoh saja, seperti Keributan di media sosial yang terjadi dalam Film Deadpool yang dirilis Februari 2016 lalu. "gara-gara" tokoh utamanya
adalah (anti) hero, banyak orang tua yang dengan santai mengajak
anak-anaknya yang di bawah umur menonton film itu di bioskop.
Dimana seharusnya mendapat adegan yang penuh dengan pelajaran dan teladan untuk anak-anak, Deadpool malah menampilkan adegan-adegan sadis dan Seksual yang tidak sepatutnya disaksikan oleh anak-anak.
Para
orang tua itu pun kecewa berat, akhirnya mereka berkoar-koar melalui
media sosial, mengecam bahwa film semacam itu seharusnya dicekal dan
tidak layak ditampilkan di Indonesia.
Padahal, komisi penyiaran
tidak serta merta merilis sebuah film tanpa peringatan. Miskomunikasi
yang terjadi ini sudah jelas diakibatkan karena kelalaian orang tua yang
tidak tahu atau memang tidak memperhatikan rating D yang didapatkan pada Film Deadpool. Nah, untuk menghindari salah kaprah semacam ini terulang
lagi, mari kita ketahui Kode rating film di Indonesia dan Internasional.
Internasional:
G (General Audience)
Ini adalah kode bahwa film
dengan label G, bisa ditonton oleh semua umur. Film berlabel G bebas
adegan-adegan terlarang, kata-kata kotor, sadis, maupun obat-obatan terlarang
sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.
PG (Parental Guidance)
Artinya
adalah Bimbingan Orang Tua. Label PG disematkan dalam film ini karena
sebagian materi dalam film belum cocok ditonton oleh anak-anak di bawah
umur. Ketidak sopanan film PG ini biasanya masih sebatas kata-kata kasar
atau adegan bullying yang tidak parah, sehingga orang tua wajib memberikan
pengertian.
PG-13 (Parental Guidance-13)
Bimbingan
Orang Tua untuk anak di bawah usia 13 tahun. Tingkatan ini lebih kuat
kebutuhannya akan dampingan orang tua di banding sekedar PG saja, karena
adegan-adegan tak sopan dalam film ber-rating PG-13 biasanya rentan
ditiru oleh anak-anak di bawah usia tersebut.
R (Restricted)
Film-film
berlabel R adalah film yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas.
Bahkan film kartun atau animasi pun terkadang ada yang berlabel R. Di
sinilah pentingnya orang tua memahami kode rating film.
NC-17 (No One and Under Admitted)
Bahkan
mereka yang sudha berumur 17 tahun pun disarankan untuk jangan dulu
menonton film ini sebelum usia yang lebih dewasa. Film berlabel NC-17
sarat adegan-adegan mengerikan yang belum cocok ditonton di bawah usia
17 tahun, yang ditayangkan secara gamblang.
This Film is Not Yet Rated
Frase
"This Film is Not Yet Rated" artinya MPPA memang belum selesai
melakukan penilaian dalam film ini, tapi sudah memberikan ijin tayang.
Meski begitu, MPPA tetap akan memberikan kode peringatan berupa warna
dengan keterangan seperti pada gambar berikut ini :
Kode rating film versi LSF Indonesia
Sementara itu, lembaga pemeringkat LSF membagi kode rating film ke dalam kategori sebagai berikut:
- SU (Semua Umur)
- A (Anak-anak 3-12 tahun)
- BO-A (Bimbingan Orangtua Dan Anak-anak)
- BO (Bimbingan Orangtua untuk anak dibawah 13 tahun)
- BO-SU (Bimbingan Orangtua Dan Semua Umur)
- R (Remaja 13-16 tahun):
13+ - Film khusus diperuntukkan bagi penonton 13 tahun ke atas saja
- D (Dewasa):
Kategori dewasa pun masih dibagi lagi menjadi dua kategori yakni:
17+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 17 tahun ke atas saja
21+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 21 tahun ke atas saja
Perhatikan bahwa ada perbedaan mencolok antara makna kode
R versi
Internasional dan kode
R versi
LSF, jadi telitilah siapa yang mengeluarkan klasifikasi rating sebelum memilihkan film untuk anak-anak masa kini.
Orang
tua zaman sekarang sudah dituntut untuk lebih cermat, karena film
superhero sekarang bukan lagi tentang jagoan yang di idolakan anak-anak.
Film kartun atau animasi berkarakter lucu pun belum tentu "lucu" untuk
ditonton anak-anak. Semoga pengetahuan tentang Kode rating film yang
dituliskan ini sedikit banyak bisa membantu kita untuk lebih bijak dan
selektif dalam memilih film, terutama demi kemajuan pendidikan generasi
muda.
Sumber :
LOOP