Wednesday, January 18, 2017

Tatakrama ketika makan

Tatakrama makan merupakan suatu keharusan. Dari set peralatan makan yang tetap untuk tiap orang, pengaturan tempat duduk yang sudah jelas (posisi tempat duduk tiap anggota keluarga), dan paling penting ungkapan yang harus diucapkan sebelum dan sesudah makan
Orang Jepang selalu mengucapkan “itadakimasu” sebelum acara makan disertai dengan menangkupkan kedua tangan seperti berdoa. Meskipun kemudian kadang hanya mengucapkan “itadakimasu” tanpa menangkupkan kedua tangannya. Pasangan dari “itadakimasu” adalah “gochisosama”, yang biasa diucapkan segera setelah selesai makan.


Ini menunjukkan orang Jepang selalu bersyukur akan semua yang telah didapatnya. Kalau seperti masyarakat yang beragama muslim, biasanya membaca “Bismillah” sebelum melakukan sesuatu termasuk makan dan “Alhamdulillah” setelah selesai melakukan sesuatu termasuk makan sebagai rasa syukur.

Sunday, January 15, 2017

Etika didalam Kendaraan Umum Seperti Bus dan Kereta

Di dalam artikel ini, mari saya akan membicarakan tentang apa yang saya ketahui etika di dalam kereta Jepang.


Naik Kereta

Begitu melewati gerbang tiket, pastikan kembali tempat pemberangkatan kereta kita pada papan penunjuk baik yang elektronik maupun non-elektronik. Lalu, berdirilah pada antrian tempat kedatangan kereta tersebut.

Tempatnya sudah ditetapkan dengan tanda yang jelas. Tempat naik dan turun berbeda-beda tergantung kereta. Beberapa orang yang kelihatannya berdiri dengan santai pun, sebagian besar berjejer di tempat yang diberi tanda. Jika kita mengerti tempat naik kereta, bisa dikatakan kita orang Jepang yang sangat paham tentang Jepang.

Jika kereta tiba, orang yang turun dipersilakan terlebih dahulu. Mengantrilah di sisi pintu yang terbuka lebar, setelah para penumpang turun dari kereta, barulah kita naik secara berurutan. Pada saat naik kendaraan baik kereta api maupun bus, yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah orang yang turun. walaupun di indonesia sudah dilakukan hal yang serupa , tetapi kadang orang yang ingin naik ke kereta maupun bus orang yang naik kadang'' tidak mau mengalah dan menabrak orang yang ingin turun tersebut.


Kursi dalam kereta lokal bisa diduduki siapa saja. Sistem siapa cepat dia dapat. Akan tetapi, "kursi prioritas" diutamakan untuk orang hamil, lansia, cacat, dan orang yang sedang cedera. Lihat sekitar kursi prioritas, mari saling memberi jika ada orang yang membutuhkan kursi. Aman jika kita berpegangan pada pegangan saat berdiri karena kadangkala kereta bergoyang kencang. walaupun di indonesia sudah terdapat hal yang serupa , tapi kepekaan terhadap sekitar masih rendah yang menyebabkan dimana terdapat lansia yang berdiri dan anak muda yang tidak mau mengalah dalam tempat duduk agar bisa diberikan kepada orang yang lebih tua tersebut.
Sumber : Japan Rail Pass

Wednesday, January 11, 2017

Mengantri , apa yang bisa kita pelajari ?


Jepang merupakan negara yang terkenal dengan berbagai budaya nya termasuk budaya antri. Antrian di negara lebih panjang dibanding negara kita tetapi mereka dapat mengantri dengan baik karena mereka sangat menghormati hak orang lain.
Sebenarnya di Jepang tidak ada tanda batasan yang mengatur arah antrian tetapi mereka bisa mengaturnya sendiri dengan rapi karena kebiasaan budaya mengantri mereka sudah mendarah daging dan menciptakan keteraturan dengan sendirinya, dan apabila ada seseorang yang tidak sesuai aturang umum dalam masyarakat jepang, maka orang itu akan dianggap orang yang aneh “HEN NA HITO”.

Dengan mengantri kita dapat belajar sebab dan akibat yaitu kalau kita tidak ingin mengantri maka cobalah datang lebih awal dari orang lain dan apabila kita datang terlambat kita harus menerima akibat yaitu dengan mengantri. Dengan begini kita dapat belajar agar tidak egois, dan menyadari semua orang juga mempunyai kepentingan masing-masing.

Mengantri memang membosankan dan melelahkan tetapi kita dapat  menghilangkan kejenuhan dengan membaca buku, bemain game, mendengarkan musik, atau bahkan mencari teman yang bisa kita ajak mengobrol di lokasi.


Dengan Mengantri kita dapat melihat cermin kepribadian dari suatu bangsa . inilah yang memededakan negera kita dengan negara Jepang . Karena itulah di Jepang bisa lebih maju dari pada negara kita Karena kebiasaan yang dapat mengatur waktu , dan selalu menghargai orang lain.

banyak keuntungan yang akan kita dapat dengan mengantri yaitu agar kita bisa lebih sabar, sopan santun sama orang lain, bisa menahan emosi, menghargai orang lain, jujur karena mengantri sesuai urutan yang kita dapatkan, mengurangi keegoisan, dapat mengatur waktu, meningkatkan kesadaran akan kepentingan bersama, dapat bersosialisasi dan mendapat pengetahuan baru. 


Monday, January 9, 2017

Arti Rating dalam Film

Kode rating film sebetulnya adalah hal yang dianggap remeh dan seringkali diabaikan, padahal sebetulnya sangat penting, terutama bagi orang tua yang mengedepankan tontonan berkualitas bagi anak-anaknya. Ketidaktahuan akan klasifikasi dalam kode rating film berakibat membahayakan apalgi terhadap kondisi psikis anak.

Contoh saja, seperti Keributan di media sosial yang terjadi dalam Film Deadpool yang dirilis Februari 2016 lalu. "gara-gara" tokoh utamanya adalah (anti) hero, banyak orang tua yang dengan santai mengajak anak-anaknya yang di bawah umur menonton film itu di bioskop.

Dimana seharusnya mendapat adegan yang penuh dengan pelajaran dan teladan untuk  anak-anak, Deadpool malah menampilkan adegan-adegan sadis dan Seksual yang tidak sepatutnya disaksikan oleh anak-anak.

Para orang tua itu pun kecewa berat, akhirnya mereka berkoar-koar melalui media sosial, mengecam bahwa film semacam itu seharusnya dicekal dan tidak layak ditampilkan di Indonesia.

Padahal, komisi penyiaran tidak serta merta merilis sebuah film tanpa peringatan. Miskomunikasi yang terjadi ini sudah jelas diakibatkan karena kelalaian orang tua yang tidak tahu atau memang tidak memperhatikan rating D yang didapatkan pada Film Deadpool. Nah, untuk menghindari salah kaprah semacam ini terulang lagi, mari kita ketahui Kode rating film di Indonesia dan Internasional.

Internasional: 

G (General Audience)
Ini adalah kode bahwa film dengan label G, bisa ditonton oleh semua umur. Film berlabel G bebas adegan-adegan terlarang, kata-kata kotor, sadis, maupun obat-obatan terlarang sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

PG (Parental Guidance)
Artinya adalah Bimbingan Orang Tua. Label PG disematkan dalam film ini karena sebagian materi dalam film belum cocok ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Ketidak sopanan film PG ini biasanya masih sebatas kata-kata kasar atau adegan bullying yang tidak parah, sehingga orang tua wajib memberikan pengertian.

PG-13 (Parental Guidance-13)
Bimbingan Orang Tua untuk anak di bawah usia 13 tahun. Tingkatan ini lebih kuat kebutuhannya akan dampingan orang tua di banding sekedar PG saja, karena adegan-adegan tak sopan dalam film ber-rating PG-13 biasanya rentan ditiru oleh anak-anak di bawah usia tersebut.

R (Restricted)
Film-film berlabel R adalah film yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas. Bahkan film kartun atau animasi pun terkadang ada yang berlabel R. Di sinilah pentingnya orang tua memahami kode rating film.

NC-17 (No One and Under Admitted)
Bahkan mereka yang sudha berumur 17 tahun pun disarankan untuk jangan dulu menonton film ini sebelum usia yang lebih dewasa. Film berlabel NC-17 sarat adegan-adegan mengerikan yang belum cocok ditonton di bawah usia 17 tahun, yang ditayangkan secara gamblang.

This Film is Not Yet Rated
Frase "This Film is Not Yet Rated" artinya MPPA memang belum selesai melakukan penilaian dalam film ini, tapi sudah memberikan ijin tayang. Meski begitu, MPPA tetap akan memberikan kode peringatan berupa warna dengan keterangan seperti pada gambar berikut ini :










Kode rating film versi LSF Indonesia

Sementara itu, lembaga pemeringkat LSF membagi kode rating film ke dalam kategori sebagai berikut:
  • SU (Semua Umur)
  • A  (Anak-anak 3-12 tahun)
  • BO-A (Bimbingan Orangtua Dan Anak-anak)
  • BO (Bimbingan Orangtua untuk anak dibawah 13 tahun)
  • BO-SU (Bimbingan Orangtua Dan Semua Umur)
  • R (Remaja 13-16 tahun):
    13+ - Film khusus diperuntukkan bagi penonton 13 tahun ke atas saja
  • D (Dewasa):
    Kategori dewasa pun masih dibagi lagi menjadi dua kategori yakni:
    17+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 17 tahun ke atas saja
    21+ - Film yang diperuntukkan bagi penonton 21 tahun ke atas saja
Perhatikan bahwa ada perbedaan mencolok antara makna kode R versi Internasional dan kode R versi LSF, jadi telitilah siapa yang mengeluarkan klasifikasi rating sebelum memilihkan film untuk anak-anak masa kini.

Orang tua zaman sekarang sudah dituntut untuk lebih cermat, karena film superhero sekarang bukan lagi tentang jagoan yang di idolakan anak-anak. Film kartun atau animasi berkarakter lucu pun belum tentu "lucu" untuk ditonton anak-anak. Semoga pengetahuan tentang Kode rating film yang dituliskan ini sedikit banyak bisa membantu kita untuk lebih bijak dan selektif dalam memilih film, terutama demi kemajuan pendidikan generasi muda.

Sumber : LOOP

Sunday, January 8, 2017

Selamat datang :D

Hi semua nama saya Azman Nataatmadja dari jurusan Sastra Jepang. saya membuat blog ini untuk mengetahui apa saja aturan aturan tidak tertulis dan tata krama di jepang yang dapat kita contoh dan mungkin di implementasikan ke pada diri kita dan sekitarnya. untuk post pertama saya akan tentang kepekaan terhadap rating umur terlebih dahulu karena dan selanjutnya akan tentang tata krama dan aturan aturan tidak tertulis di jepang dimulai dari kedisiplinan di post ke 3 saya :) semoga anda menikmati membaca di blog saya ini. terima kasih
. jangan lupa follow dan tinggalkan komentar anda karena itu sangat membantu